oleh

Gelar Aksi, PERKARA Tuntut RANDIS Bupati Enrekang di Kembalikan dan Copot Kabag Umum

CAKRAWALAINFO.COM – ENREKANG | Pergerakan Koalisi Rakyat ( PERKARA) menggelar aksi unjuk rasa menuntut kendaraan dinas (RANDIS) Bupati Enrekang dikembalikan dan meminta kabag umum di copot dari jabatannya di pelataran Kantor Bupati Enrekang, Kecamatan Enrekang,Kabupaten Enrekang, Senin ( 06/09/2021)

Aksi tersebut digelar oleh puluhan pemuda mahasiswa dengan variana berorasi secara bergantian dan membentangkan spanduk bertuliskan ” Masyarakat Menderita, Bupatinya mewa-mewaan” diera pandemik saat ini.

Harmin Selaku Jendral Lapangan mengatakan dalam orasinya bahwa, kendaraan dinas bupati sangatlah tidak etis diera covid-19 dengan harga 1,6 miliar yang sangat fantastik .

Seharusnya Pemkab Enrekang lebih fokus menangani pendemik covid-19 serta pemulihan ekonomi masyrakat yang terdampak dengan menggunakan anggaran sebesar itu, daripada harus menghambur-hamburkan uang 1.6 M.

“kami curiga dengan adanya mobil Randis mewah yang tiba-tiba sudah ada akan dijadikan mobil pribadi bupati setelah masa jabatannya habis yang tinggal 2 tahun lagi” ujarnya.

ia menambahkan bahwa, harusnya kabag umum selaku penanggung jawab adanya mobil randis Bupati enrekang mempertimbangkan dengan kondisi pandemik, upah tenaga honorer yang belum terbayarkan, infrastruktur jalan yang masih banyak berlobang serta defisit daerah semakin meningkat.

ironisnya lagi , statetmen yang dilontarkan oleh kabag umum sangatlah tidak logis dengan beberapa pertimbangan yang dilempar ke media massa soal kondisi mobil randis lama atau memang tidak ada biaya perawatan mobil randis lama selama ini.

“jadi saya bisa mengambil kesimpulan bahwa kabag umum ini tidak becus dan sudah seharunya diganti dan dipindahkan sebagai guru supaya tepat dengan gelar sarjana pendidikan yang didapatkannya ” tegas Harmin.

padahal jelas keputusan bersama kemendagri no 177/KMK.07/2020 tentang percepatan penyesuaian anggaran daerah dan belanja daerah tahun 2020 di salah poinya membahas tentang belanja modal sekurang-kurangnya sebesar 50% dengan mengurangi anggaran belanja terutama pengadaan kendaraan dinas/operasional.

“jadi kami tantang pak bupati untuk kembalikan mobil randis itu ketika masih memikirkan masyarakatnya kebanding pribadinya serta meminta kabag umum di copot dari jabatannya”jelas misbah.
Grand isue

adapun tuntutan massa aksi sebagi beriku
1.mendesak Kabag umum kembalikan mobil Randis
2. Transparansi biaya perawatan kendaraan lama
3. Transparansi pengadaan Randis 2020 dan 2021
4. Menantang bupati kembalikan Randis
5.copot Kabag umum

 

Laporan : Supardi

Loading...

Komentar

News Feed