oleh

Kadis Sosial Kab. Bone Ikut Kampanyekan Pendidikan Inklusif

CAKRAWALAINFO.COM – BONE: Kepala Dinas Sosil Andi Promal Pawi bersama Lurah Manurunge Dr. A. Kasmiati. SH.,MH beserta Lembaga Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia PPDI Kab. Bone yang diketuai Andi Takdir melaksanakan Kampanye Pendidikan Inklusif, kegiatan ini juga dihadiri langsung Kapolsek Tanete Riattang, SLB AL-QASMI serta dari tim HKI (Helen Keller International).

Kegiatan ini berlangsung meriah di aula dinas Sosil Kab.Bone kemudian berlanjut di empat titik di jln. Sungai Musi, jln. Sungai wallanae, jln. Ahmad Yani dan berakhir di Stadion Lapatau Bone.

Adapun bentuk kegiatan kampanye yang dilakukan yaitu menggambar karikatur disabilitas dan pemasangan benner disabilitas, dikegiatan ini juga menampilkan Alat musik tradisional Gambus yang dimainkan oleh anggota PPDI Bone disabilitas Tuna Netra.

Didalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tak ada yang boleh dibeda-bedakan baik Non disabilitas maupun Penyandang disabilitas, Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda namun bukan untuk dibeda-bedakan kata Andi Promal Pawi dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan kampanye pendidikan inklusif.

Sejak tahun 2003 sampai sekarang, Helen Keller International (HKI) bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengembangkan sistem pendidikan inklusif di Indonesia.

Di awal bulan Januari 2016 sampai dengan Desember 2017, HKI, UNICEF dan Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus (PPK) – Kemendikbud mengembangkan program pendidikan inklusif guna meningkatkan akses peserta didik berkebutuhan khusus (termasuk penyandang disabilitas) untuk memperoleh layanan pendidikan.

Bulan November 2018, HKI dan UNICEF kembali melanjutkan pengembangkan program pendidikan inklusif, dimana kampanye pendidikan inklusif menjadi salah satu komponen program. Harapannya kegiatan tersebut akan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghilangkan stigma negatif dan lebih fokus untuk membantu memaksimalkan potensi yang dimiliki penyandang disabilitas.

Dari hasil Focus Group Discussion (FGD) bersama para stakeholder di Kabupaten Bone, tanggal 29 Mei 2019 mengenai saluran/channel yang tepat untuk mengkampanyekan pendidikan inklusif di Kabupaten Bone, sangat penting untuk menyebarluaskan informasi program penyelenggaraan pendidikan inklusif dengan melibatkan potensi lokal yang ada di daerah.

Maka dari itu HKI-UNICEF bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Bone melalui Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Bone, memprakarsai kegiatan kampanye publik pendidikan inklusif bagi sekolah/madrasah dampingan HKI-UNICEF di Kabupaten Bone

Pendidikan inklusif dipandang sebagai satu cara terbaik untuk memastikan akses bagi semua anak termasuk mereka yang putus sekolah karena penyandang disabilitas atau karena faktor kebutuhan khusus lainnya dapat mengakses layanan pendidikan yang berkualitas.

Untuk mewujudkan cita-cita yang sangat mulia tersebut tentunya butuh dukungan dari semua pihak, tidak hanya Dinas Pendidikan, namun semua OPD harus mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kabupaten Bone.

Kegiatan ini bertujuan Mengkampanyekan pendidikan inklusif di Kabupaten Bone, dengan mengacu pada model kampanye yang dilakukan dari, oleh dan untuk orang dewasa dengan komposisi orangtua, perangkat desa, organisasi lain.

Memanfaatkan potensi lokal daerah Bone untuk mengkampanyekan pendidikan inklusif ke masyarakat.
Menumbuhkan kesadaran inklusifitas kepada masyarakat di komunitas/lembaga/organisasi melalui pelibatan langsung masyarakat sebagai peserta kampanye publik.

Meluasnya informasi tentang pendidikan inklusif yang seragam di lingkungan komunitas baik untuk komunitas itu sendiri, tokoh masyarakat, penduduk setempat maupun masyarakat sekitar lainnya.

Adapun hasil yg akan dicapai yaitu, Semakin banyak komunitas yang paham dan bersedia untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif di kabupaten bone.

Laporan: Ani Hammer

Loading...

Komentar

News Feed