CAKRAWALAINFO.COM – TANA TORAJA | Seorang Pria berinisial MTA (58) asal kec. Bittuang Tana Toraja melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Pasalnya, pria tersebut tega setubuhi ponakannya sendiri yang merupakan anak sepupu 1 kali dari ibu korban
Menurut keterangan yang diperoleh Humas polres Tana Toraja, “Korban bersama Ibunya dan adiknya berdomisili Kendari, Sulawesi Tenggara, sehingga mereka tinggal sementara di rumah terduga pelaku MTA, dengan hajatan Ibu korban akan menghadiri acara adat selama berada di Toraja.”
“Untuk memuluskan aksinya, Terduga MTA, menyuruh anak tirinya pergi ke acara Praya yang berlangsung di Bittuang, dan adik korban disuruh beli gula pasir di luar rumah. sedangkan ibu korban sudah meninggalkan rumah untuk menghadiri acara adat yang cukup lumayan jauh dari rumah terduga.” Kutip Humas sesuai keterangan yang diperoleh 5 Juli 2022, siang
“Saat anak tirinya, dan adik korban sudah meninggalkan rumah, terduga MTA bergegas mendatangi korban yang saat itu sedang berbaring di depan TV dan langsung menyeret korban untuk masuk kedalam kamar”
“Korban sempat melakukan perlawanan, dan masih sempat berpegang pada sebuah tiang rumah untuk menahan dirinya agar tidak terseret. Namun, tenaga korban tidak sebanding dengan tenaga terduga pelaku.”
Terduga tetap melakukan upaya dengan memegang kedua tangan korban, sehingga korban tidak berdaya, dan akhirnya Terduga Pelaku MTA pun berhasil melakukan perbuatan menyetubuhi korban.
Usai menyetubuhi Korban, Terduga MTA bergegas meninggalkan rumah menuju ke kebunnya.
Atas kejadian itu, Korban melaporkannya ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Tana Toraja, pada hari Kamis tanggal 7 Juli 2022. sehingga pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap terduga MTA (53) dirumahnya dan di jerat pasal 285 KUHP, dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.
Barang bukti yang diamankan :
Baju korban yang digunakan saat kejadian.
Berkaitan dengan hal ini, Kapolres Tana Toraja AKBP. Juara Silalahi, SIK, MH, ungkapkan rasa prihatin terhadap kejadian yang menimpa Korban.
” Sebagai seorang Pengayom, saya turut prihatin terhadap apa yang menimpa Korban, semoga kejadian tersebut jangan terulang lagi, mari kita lindungi anak – anak kita dari segala bentuk kekerasan atau pun kejadian memilukan seperti ini, saya harap agar para orang tua, para rohaniawan, aparat – aparat pemerintah maupun pihak – pihak terkait, agar peduli dengan masa depan anak – anak kita, Stop Kekerasan dan Kejadian – Kejadian Tragis, Lindungi Anak Generasi Penerus Perjuangan Bangsa “. Pinta Juara Silalahi, SIK, MH, Kapolres Tana Toraja.
Laporan : Supardi







Comment