oleh

Semprotka Ayah dan Pedihnya Kita Berjauhan

Percakapan di warung kopi juga didominasi tentang corona. Tak peduli benar atau tidak, bagaikan rasa kopi yang terasa manis dan pahit. Larut dan masing-masing mengeluarkan cerita.

Cerita terus mengalir, tak ketinggalan dibarengi cerita lucu dan irrasional, seperti bayi yang baru lahir mengeluarkan titah untuk makan telur saat tengah malam.

Lantas dimanakah kita bisa berlindung saat virus covid-19 semakin tak terkendali? Dirumah saja. Begitu banyak himbauan. Kita diharapkan untuk berdiam diri dirumah, karena model penyebarannya begitu cepat, karena berinteraksi dengan pengidap.

Teriakan banyak yang sumbang. Karena kalau dirumah, bagi warga yang tak memiliki pekerjaan yang menentu pasti bakal kerepotan. Mau makan apa. Ndak keluar ndak makan. Cuitan-cuitan semacam itu terus viral dan masuk akal.

Dalam klas sosial, seperti kelas menengah kebawah memang kita diperhadapkan dengan kendala semacam itu. Kita diperhadapkan dengan harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik serta pemasukan yang mulai menurun dan bahkan menghilang.

***

Loading...

Komentar

News Feed