oleh

Penegakan Perbup Nomor 37, Satgas Gabungan Mulai Menyasar Instansi Perkantoran Pemerintah dan swasta

CAKRAWALAINFO.COM – BONE | Satgas gabungan penegakan Perbup Nomor 37 Tahun 2020 tentang Pendisiplinan Protokol Kesehatan yang terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP mulai menyasar instansi perkantoran pemerintah maupun swasta.

Penegakan Perbup Nomor 37, Satgas Gabungan Mulai Menyasar Instansi Perkantoran Pemerintah dan swastaKedatangan tim penegakan Perbup secara terpadu ini dalam rangka melakukan sosialisasi secara masif terkait protokol kesehatan terutama penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Bahkan untuk memastikan protokol kesehatan telah berjalan secara maksimal di lingkup Instansi Perkantoran, Satgas gabungan ini menyasar sejumlah instansi perkantoran yang ada di sekitar Lapangan Merdeka Watampone, mulai dari Kantor Disperkintam, Polsek Tanete Riattang, Bidang PAUD dan Dikmas Disdik, Kantor Kelurahan Manurunge, sampai dengan Makorem 141/Tp.

Dimana dalam penyasaran tersebut, Kasatpol PP A Akbar SPd MPd bersama dengan Kabag Ops dan Kasi Ops KOdim 1407 Bone memberikan edukasi betapa pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Bahkan menurutnya, menggunakan masker cara ampuh untuk terhidar dari bahaya Covid-19.

Penegakan Perbup Nomor 37, Satgas Gabungan Mulai Menyasar Instansi Perkantoran Pemerintah dan swastaDihadapan media, Kasatpol PP menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan dari Rapat Koordinasi Forkopimda yang dipimpin oleh Bupati Bone dalam rangka penerapan Perbup Nomor 37 Tahun 2020 tentang Pendisiplinan Protokol Kesehatan.

“Hari ini kita lakukan secara umum sosialisasi secara bersama sama, walaupun sebenarnya keputusan bupati terkait pendisiplinan protokol kesehatan ini berlaku sejak 19 Agustus 2020,” katanya.

Sasaran utama dari Satgas kali ini adalah kluster perkantoran pemerintah, dan swasta. Semua dimasuki, tim mengingatkan, bahwa Covid-19 sudah merajalela di Kabupaten Bone.

Terkait penegakkan disiplin kata Pejudo Kabupaten Bone mulai berlaku sejak hari itu, hanya saja harapan bupati dan Forkopimda untuk sementara lebih mengutamakan pendekatan kekeluargaan.

“Dalam artian bahwa seminamalisir mungkin penerapan peraturan ini tidak terjadi. Maksudnya, kalau bisa masyarakat bisa sadar dengan apa yang menjadi harapan pemerintah tentu kita tidak berikan sanksi.

Tapi misalnya, sudah berkali-kali disampaikan tak diindahkan tentu kami dari Tim gugus penerapan sanksi akan kita lakukan dengan melihat situasi yang ada,” tandasnya.

Dikatakan, selama satu bulan kedepan, tim satgas terpadu ini akan menyasar semua kecamatan. Untuk hari saja, sebanyak 200 orang personel TNI dan Polri diterjunkan.

“Bahkan besok mulai ada sprint akan dibentuk lima tim untuk mengefektifkan sosialisasi Perbup terkait pendisiplinan protokol. Termasuk di tingkat kecamatan,” imbuhnya.

Laporan: Ani Hammer

Loading...

Komentar

News Feed