oleh

Melawan saat ditangkap, Pemilik Sabu 1 Kg Tewas Diterjang Timah Panas

CAKRAWALAINFO.COM – BELAWAN: Berakhir tragis nasib Untung Wahyudi (40) warga jalan Marelan XII, Lingkungan V, Kelurahan tanah 600, Kecamatan Medan Marelan Kota Medan yang tewas ditembus peluru petugas karena berupaya melarikan diri dan melawan petugas (20/02/20)

Seorang temannya bernama Muhammad Musa Afriansyah (16) yang merupakan warga jalan Marelan Pasar 2 barat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan tak berkutik saat di tangkap.

Pasalnya -Untung wahyudi -yang sudah menjadi target operasi (TO) pihak petugas Ops Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan karena di duga memiliki dan menguasai narkoba jenis Shabu .

Di ceritakan, berawal ketika di lakukan pengintaian oleh Team Ops Satres Nar polres pelabuhan belawan yang di pimpin Kasat yang menyandang pangkat tiga balok emas di pundaknya – AKP Juriadi SH.

Dijelaskan, “saat itu kita sedang melakukan pemantauan terhadap TO” terang Kasat.

“Ketika itu si terduga A/n Untung sedang berada di suatu tempat dengan menggunakan sepeda motor jenis matic merek Honda Scoopy berwarna merah, yang sedang berhenti di depan rumah” Sambung nya.

“Karena merasa TO sudah di depan mata maka Dengan taktis petugas langsung menyergap “.

Lanjutnya, ” lalu dilakukan penggeledahan badan dan sepeda motor yang di naikinya ” beber Kasat .

Hasil dari penggeledahan pada bagasi sepeda motor si terduga yang merupakan TO ditemukan satu bungkus plastik teh warna hijau yang di balut lakban dan berisikan serbuk kristal putih diduga shabu-shabu, yang setelah di timbang di dapati beratnya lebih kurang 1 kg Ucap Kasat menjelaskan.

Dilakukan interogasi, Terduga mengakui kalau serbuk putih musuh negara tersebut diperoleh dari Temannya bernama -Junaidi alias Ade Botak- (DPO).

Di akui terduga bahwa Mereka “bekerja sama dalam bisnis haram ini sudah selama dua bulan,” AKP Juriadi Meniru ucapan terduga .

Berdasar kan pengakuan itu petugas segera mengangkut Untung ke dalam mobil guna menunjukkan dan melakukan pengembangan.

Informasi yang di terima Awak media melalui Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan -AKP Juriadi SH- bahwa -Untung wahyudi- melakukan perlawanan kepada petugas ketika di bawa menunjuk kan tempat terduga lain yang dimaksudkan nya yang merupakan duet nya dalam jaringan peredaran Narkoba jenis shabu-shabu. Ucap Kasat juriadi.

Saat petugas menurunkannya dari mobil di dekat titik kediaman terduga yang di maksud ,”Si untung mencoba berusaha melarikan diri dan menendang petugas” Sambung juriadi.

“Petugas yang khawatir terduga bisa saja lepas dan berbalik melukai , langsung memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 2 x.

Karena tidak di indahkan Oleh terduga pelaku , Personil Satres Nar langsung memberikan tindakan, si Untung Tersungkur di terjang timah panas petugas, Tegas AKP Juriadi SH.

Karena luka tembak serius ,Kemudian terduga dibawa ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Medan untuk dilakukan pertolongan medis, Namun si Untung kurang ber Untung jiwanya pun tak tertolong .

Untung pun meninggal dunia tanpa “pesan terakhir” ( “Red” ) di perjalanan saat menuju rumah sakit , Jelas Kasat

Kepada Muhammad Musa Afriansyah yang turut di ciduk saat di TKP sedang bersama terduga -Untung Wahyudi- dapat ditemukan darinya dua blok plastik kosong, satu buah tas warna merah yang berisikan uang pecahan Rp.10.000,- sebanyak lima lembar.

Shabu seberat 1 kilo gram saat ini di sita sebagai barang bukti untuk melaksanakan tuntutan .

Kepada tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Sub. Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang penyalah gunaan narkotika , Terang AKP Juriadi SH .

Untuk terduga yang DPO , “pihak Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan akan terus melakukan pengejaran, karena TO ini di duga merupakan pemain narkoba antar propinsi jaringan nangroe Aceh Darussalam & Sumatera utara;( NAD – Sumut ) ,Tegas Kasat yang selalu berwibawa itu.

Amatan awak media , di nilai AKP Juriadi SH sudah sepantasnya di berikan Apresiasi dan Reward karena dengan sepenuh hati memberantas Narkoba di Wilkum nya , Sesuai Comander Wish Kapoldasu ” tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan”

(Edy sihotang).

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed