oleh

Kapolres Bone Bersama Bupati Tinjau Enam Titik Posko Penyekatan Check Point

CAKRAWALAINFO.COM – BONE | Kapolres Bone AKBP Try Handako Wijaya Putra,S.IK bersama Bupati Bone Dr.H.Andi Fahsar M. Padjalangi, M.Si., serta Forkopimda meninjau enam titik posko penyekatan check point yaitu Pelabuhan Bajoe, Kajuara, Libureng, Lamuru, Ajangale dan Dua Boccoe.

Rombongan peninjauan ini juga hadir Ketua Bhayangkari Cabang Bone Ratih Try Handako bersama Ketua Persit Kodim 1407 Tauwarani Bone Lita Budiman sekaligus pemberian tali asih secara simbolis oleh kedua srikandi tersebut kepada perwakilan petugas posko penyekatan.

Di posko, Kapolres Bone bersama rombongan mendapatkan paparan terkait pelaksanaan pelarangan mudik oleh Perwira Pengendali pada setiap posko penyekatan.

Peniadaan mudik tahun ini, pemerintah tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik demi melindungi masyarakat dari penularan virus Covid-19. Larangan ini diberlakukan untuk semua transportasi darat, laut dan udara. Hal ini berdasarkan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6 – 17 Mei 2021.

Kapolres Bone menyebut secara keseluruhan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dengan melakukan penyekatan mudik berjalan dengan baik.

Ia mengakui bahwa penyekatan mudik memang membuat masyarakat tidak nyaman, namun hal ini dilakukan untuk menjaga masyarakat agar tidak tertular varian baru virus COVID-19

“tugas kepolisian adalah menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, dibalik ketidak nyamanan ini insyaa Allah pasti dan pasti ada hikmahnya bagi kita semua. Tabe Puang dan silessurengku (saudaraku) semua kita sama-sama patuh atas keputusan pemerintah,” jelas Try Handako

Lanjut ayah dua anak ini tak lupa mengucapkan “Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga ibadah puasa kita dan amaliyah ramadhan lainnya diterima disisi Allah SWT. sehingga kita sama-sama menyambut hari Idul Fitri 1442 H sebagai hari kemenangan setelah melawan musuh yang nyata, yaitu hawa nafsu,” tutur Try Handako

Laporan: Ani Hammer

Loading...

Komentar

News Feed