oleh

Bergembira Bersama

Bergembira Bersama

Catatan Pinggir:
Bahtiar Parenrengi

Kali ini catatannya agak singkat. Disamping harus silaturrahmi, juga harus menyapa para sahabat walau hanya lewat medsos.

Harus memilih kata yang bisa mewakili harapan besar. Mewakili kata yang bisa bikin adem disaat kita diliputi perasaan was-was. Perasaan takut akibat disuguhi berita kematian diberbagai media.

Padahal sesungguhnya kita berharap, agar dalam merayakan Idhul Adha atau Idhul Qurban kita dalam suasana adem. Suasana nyaman. Suasana yang bisa membuat perasaan yang tenang.

Ya, kita berharap agar
Suasananya baik-baik saja. Suasana kegembiraan. Bergembira bersama. Karena kita berlebaran. Berbagi rejeki qurban.

Ada nuansa keikhlasan. Ikhlas memberi. Ikhlas berbagi agar kita merasakan kesejukan. Merasakan rejeki secara bersama dan bersyukur bersama.

Menumbuhkan rasa ikhlas, seperti keikhlasan Ismail untuk disembeli oleh bapaknya, Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim meminta pendapat anaknya. Rupanya, jawaban dari Nabi Ismail sungguh luar biasa. Nabi Ismail justru meminta ayahnya untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Ismail berkata demikian, “Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku Insya Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah Allah.”

Nabi Ibrahim lantas menangis haru mendengar penuturan anaknya. Ibrahim pun dengan ikhlas dan sungguh-sungguh melaksanakan apa yang Allah perintahkan. Namun ketika hendak dilaksanakan, Allah membolehkannya menggantinya dengan binatang domba.

Dengan demikian, Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail telah berhasil melewati ujian keimanan tersebut. Domba yang menjadi pengganti Nabi Ismail untuk disembelih itu menjadi asal mula melakukan ibadah qurban pada Idul Adha.

BerIdhul Qurban memang butuh pengorbanan. Butuh keikhlasan. Dan dengan pengorbanan dan keikhlasan itulah yang memiliki nilai ibadah disisi Allah Rabbul Alamin. Karena kita begitu ikhlas dalam pengorbanan untuk merasakan bersama hewan qurban. Merasakan bersama karena kita membaginya kepada orang-orang disekitar kita. Dan itulah wujud kebersamaan, peduli bersama dan bergembira bersama.

Loading...

Komentar

News Feed