oleh

Surat Cinta Untuk kader PERMAHI Se-Indonesia

Surat Cinta Untuk kader PERMAHI Se-Indonesia

Oleh: Eddigam N P Takartutun
Ketua Pelaksana KONGRES NASIONAL IX PERMAHI

Ambon, 16 Maret 2021

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam sejahtera untuk kita semua
Salam PERMAHI!!!

Rekan-rekan Kader PERMAHI Se-Indonesia yang tercinta, terima kasih atas doa dan
dukungan rekan-rekan selama ini kepada Panitia Pelaksana. Semoga rekan-rekan selalu
sehat walafiat dan dijahukan dari PANDEMI COVID-19 serta diberikan keberkahan oleh
Allah SWT / Tuhan yg maha kuasa.

Kongres merupakan agenda nasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan
ini merupakan kebanggaan bagi kami selaku tuan rumah sekaligus pihak penyelenggara
kongres PERMAHI ke IX di kota Ambon. Sejak pembukaan peserta yg telah terdaftar
mengikuti perhelatan Kongres terdapat 24 DPC dari 34 DPC yg tersebar di seluruh
Indonesia yg akan mengikuti kongres pada tanggal 5 – 11 maret 2021 di Auditorium
Universitas Pattimura, Kota Ambon.

Berkaitan dengan dinamika yang terjadi pada KONGRES IX PERHIMPUNAN
MAHASISWA HUKUM INDONESIA yang berlangsung di kota Ambon, ada beberapa hal
yang dapat kami sampaikan. Sejatinya panitia berupaya menjaga netralitas dalam
urusan pemilihan Ketua Umum DPN PERMAHI. Sikap panitia ini diambil untuk menjaga
marwah PERMAHI sebagai Organisasi Mahasiswa Hukum.

PERTAMA, sejak pembukaan Kongres pada tanggal 5 maret 2021 Ketua Pelaksana telah
berkoordinasi dengan keamanan dalam hal ini adalah kepolisian demi berjalannya
agenda Kongres PERMAHI ke IX yang aman dan damai sesuai dengan filosofi Ambon
sebagai CITY of PEACE.

KEDUA, Chaos yang terjadi pada kamis pagi/dini hari tanggal 11 Maret 2021 sekitar
pukul 04:00 WIT memang benar adanya dan kami selaku panitia pelaksana meminta
maaf atas kejadian tersebut dan panitia telah berupaya untuk meredam. Namun kami
selaku panitian sangat kekurangan personil dalam mengamankan kejadian tersebut.

KETIGA, Kami selaku Panitia Pelaksana menyadari bahwa ada oknum-oknum tertentu
yang memiliki kepentingan diluar dari kepentingan suksenya Kongres PERMAHI, yang
mencoba masuk kedalam arena kongres dan membuat hal-hal yang tidak diinginkan
secara Bersama (Chaos).

KEEMPAT, Saya selaku Ketua Panitia Pelaksana dan mewakili seluruh panitia
pelaksanaan Kongres PERMAHI ke IX meminta maaf atas keterlibatan beberapa rekan-rekan panitia selaku tuan rumah yang TERLIBAT dalam insiden tersebut. Kami
menyadari bahwa ada oknum-oknum tertentu yang mencoba memainkan peran dan
dengan sengaja membuat KONGRES NASIONAL KE IX PERMAHI di Kota Ambon berakhir
dengan ricuh dan membuat 14 DPC dari total 24 DPC yang datang ke Kota Ambon
memilih Walk Out karena mendapat Tindakan intimidasi dan kriminalisasi
(penganiayaan) dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

KELIMA, Segala hal mengenai intimidasi dan Kriminalisasi yang terjadi kami serahkan kepada seluruh delegasi DPC Se-Indonesia untuk menyelesaikan proses ini secara Internal (Kekeluargaan) maupun proses hukum yang berlaku

Demikian Realese ini saya buat dengan sadar dan tanpa paksaan serta intervensi dari
pihak manapun, . Semoga ini menjadi usaha kita bersama untuk mewujudkan PERMAHI
yang kuat, berkontribusi maksimal bagi bangsa dan negara.

Loading...

Komentar

News Feed