oleh

Penyidik Kejari Pasbar Limpahkan Kasus Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Lapangan Tenis Indoor ke Jaksa Penuntut Umum

CAKRAWALAINFO.COM – PASAMAN BARAT | Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Sumatera Barat menyerahkan tersangka RM Direktur CV. Putra Sejati kepada Jaksa Penuntut Umum terkait perkara dugaan penyimpangan pekerjaan pembangunan lapangan tenis indoor tahun anggaran 2018.

Penyidik Kejari Pasbar Limpahkan Kasus Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Lapangan Tenis Indoor ke Jaksa Penuntut UmumBerkas perkara tindak pidana korupsi dengan tersangka berinisial RM yang merupakan penyedia pelaksana pembangunan lapangan tenis Indoor dinas PUPR Pasbar dinyatakan lengkap atau P21.

Tim penyidik yang dikoordinatori oleh kasi pidsus Andy Suryadi, SH, MSi menyerahkan atau melimpahkan tanggungjawab atas tersangka beserta barang bukti kepada penuntut umum pada hari Rabu (22/06/2022), Pukul 13.45 WIB

Kejaksaan Negeri Pasaman Barat kembali menambah kasus perkara yang ditingkatkan ke Penuntutan dengan melaksanakan penyerahan tersangka, Barang Bukti dan Berkas Perkara (Tahap II) dari Jaksa Penyidik Ke Jaksa Penuntut Umum di ruangan Tindak Pidana Khusus” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Ginanjar Cahya Permana,SH,MH kepada media di Simpang Empat, Kamis.

Ia membenarkan bahwa ada tahap 2 terhadap tersangka inisial RM. Ginanjar menjelaskan Raflius Mega inisial RM merupakan penyedia yang pada tahun 2018 pada dinas PUPR Kabupaten Pasaman Barat.

Tersangka RM melaksanakan kegiatan Pembangunan Lapangan Tenis Indoor dengan Nilai sebesar Rp. 1.391.930.000,00,- dimana pada kegiatan pembangunan lapangan Tenis Indoor Tahun Anggaran 2018 tersebut terjadi Pemutusan Kontrak karena Penyedia Barang atau Jasa tidak dapat melaksanakan pekerjaan dengan Jangka waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak telah habis jelas Ginanjar.

Lebih lanjut Kejari menyampaikan Akibat dari pemutusan kontrak realisasi akhir pekerjaan dan pencairan anggaran telah mencapai bobot sebesar 57,32 persen namun kenyataannya yang terjadi dilapangan pekerjaan pembangunan lapangan tenis indoor hanya mencapai bobot 40,32 persen.

Proyek lapangan tenis Indoor tersebut mangkrak, sehingga telah terjadi kelebihan perhitungan bobot pekerjaan yang mengakibatkan adanya kelebihan pembayaran mengakibatkan kerugian keuangan negara atau daerahKatanya.

Selain itu jaminan Uang muka tidak di Klaim oleh PPK sehingga tersangka inisial RM diduga melanggar Primair Pasal 2 Subsidair Pasal 3 atau Pasal 9 Undang-undang R.I Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU R.I Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP” pungkasnya.

Selanjutnya tersangka Raflius Mega inisial RM dilakukan pemeriksaan swab Covid dan setelah dinyatakan negatif kemudian tersangka Raflius Mega inisial RM dikirim ke Rutan Anak Air di Padang untuk mempermudah persidangan dan dalam waktu dekat perkara tersebut akan segera dilimpahkan ke Pengadilan.

Kajari Pasaman Barat juga menyatakan kasus tersebut akan diajukan untuk pelimpahan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Padang. Saat ini tersangka beserta barang bukti sudah dalam penahanan oleh penuntut umum.

Kita punya 20 hari kedepan mas untuk proses pelimpahan ke Pengadilan Tipikor Padang. Tapi kami berusaha untuk secepatnya proses tersebut bisa berjalan, agar segera mendapat kepastian hukum,” tandasnya.

Laporan: Zul Efendri

Loading...

Komentar