oleh

Gelar dialog kebangsaan, Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN bone hadirkan Dr. Andi Sugirman, SH dan Dr Lukman Arakae Lc MA

CAKRAWALAINFO.COM – BONE | Dema Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN Bone mengadakan dialog kebangsaan dengan mengusung Tema Menumbuhkan Semangat Jiwa Nasionalis Mahasiswa di Era Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75.

Gelar dialog kebangsaan, Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN bone hadirkan Dr. Andi Sugirman, SH dan Dr Lukman Arakae Lc MAKegiatan ini berlangsung di balliball room, Hotel Helios Jalan Langsat, Kelurahan Jeppe’e Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone, Jumat, 21 Agustus 2020.

Yang menarik dalam kegiatan ini dua narasumber yang dihadirkan memiliki latar belakang sarjana Hukum Tata Negara yang berbeda, yakni Dr Andi Sugirman SH, MH lulusan sarjana Hukum Tata Negara Universitas Diponegoro, dan Dr Lukman Arakae Lc MA lulusan Universitas Al Azhar Cairo Mesir.

Kedua narasumber dipandu langsung oleh Ade Putra SH selaku moderator yang tak lain merupakan Ketua HMJ Syariah dan Hukum Islam periode tahun 2017-2018.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN Bone Dr. Andi Sugirman, SH, MH mengatakan saat sekarang ini tidak ada lagi peperangan untuk mencapai kemerdekaan, sehingga untuk menjaga NKRI semangat nasionalisme harus selalu tumbuh dari dalam diri mahasiswa.

Karena menurut A Sugirman negara tanpa nasionalis, negara tidak disayang oleh rakyatnya, maka negara itu akan runtuh.

“Makanya untuk menjaga bangsa ini agar selalu kuat, semangat cinta terhadap negara harus dibangun dalam diri kita. Caranya implementasikan nilai-nilai ideologi negara kita, mulai dari nilai ketuhahan, kemanusian, persatuan, kerakyatan dan keadilan,” kata lulusan Universitas Muslim Indonesia ini.

Hal serupa juga diungkapkan Dr Lukman Arakae Lc MA. Semangat kecintaan terhadap negara telah diperlihatkan di masa Rasulullah SAW. Itu bisa terlihat perlakuan Rasulullah saat mendirikan negara Madinah. Dimana ia tidak memandang ras dan agama dalam mendirikan negara.

“Negara Madinah didirikan dengan menyatukan berbagai keyakinan, mulai dari Tauhid, Yahudi dan Nasrani,” katanya.

Bahkan salah satu bentuk kecintaan Rasulullah terhadap negara adalah setiap ia ingin masuk ke negara madinah, ia selalu menghentikan kudanya sejenak dan melakukan penghormatan terhadap negara madinah.

“Itu bertanda bahwa nasionalisme Rasulullah terhadap negara tidak diragukan. Nilai nilai ini juga harus ditanamkan dalam diri kita, sehingga negara Indonesia menjadi lebih kuat, ungkap Dosen IAIN lulusan Universitas Al Azhar Cairo Mesir.

Laporan: Ani Hammer

Loading...

Komentar

News Feed