oleh

Perjalanan Hidup, Catatan Farida Hanafing

Perjalanan Hidup

Catatan: Farida Hanafing

Ahad kemarin, ketika duduk di Magaya Cafe menantikan pesanan,
Adik Novia Arizandy Faisal membawa kabar. Novia mengatakan, bapak Gunawan sakit (lihat status beliau).
Beliau sementara di rumah sakit, ucapnya pelan.

Rasa ingin tau pun Tak tertahankan. Saya akhirnya meminta Novia untuk mengecek kabar tersebut. Ini penting, karena terkadang kabar dari media sosial terkadang meleset.

Percakapan singkat terjadi. Kami pun saling mendoakan…. “pak, semoga sehat ki kembali. Doakan kaa juga pak”. Sebab Doa orang yang sementara sakit mustajab kata saya waktu itu.

Diantara doa yang mustajab adalah doa yang dipanjatkan dari seseorang ketika dalam kondisi lemah, kepepet, terdesak, yang sangat membutuhkan pertolongan dari Allah.

Karena itu, doa mereka lebih mustajab dibandingkan doa mereka yang sehat dan dalam keadaan longgor.

Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan..
(QS. An-Naml: 62)

Dan kita semua tahu, orang sakit termasuk diantara mereka. Ibnu Allan menjelaskan mengapa doa orang sakit lebih mustajab.

Karena orang sakit termasuk orang yang terdesak. Dan doanya lebih cepat diijabahi dari pada yang lainnya.
(al-Futuhat ar-Rabbaniyah, Syarh al-Adzkar an-Nawawiyah, 4/92).

Dan beberapa saat lalu, saya mendapat khabar bahwa bapak Gunawan meninggal karena tipes.

Innalillaahi wa inna Ilaihi rooji’uun…
Semoga husnul khatimah…
Semoga keluarga yang ditinggal sabar dan tabah…

Beliau orang baik…
Setiap bulan ke kantor Baznas Kabupaten Bone tunaikan zakat profesi dari penghasilan yang diperolehnya.

Jadi ingat kisah sahabat saya Coach RJ yang beberapa waktu lalu positive Covid di Makassar. Alhamdulillah, beliau melewati masa – masa sulit.
Yang beliau harapkan sewaktu kondisi sulit bernafas adalah doa dari orang lain untuknya.
Yang beliau ingat waktu itu adalah zakat/infaqnya…

Saya pun teringat dengan Om Bas. Beberapa hari lalu, Om Bas (sahabat dari adik – adik saya) tutup usia. Berita yang cukup menyentak. Kaget tentunya. Tapi itulah hidup, kematian adalah rahasia Sang Pencipta.

Tak banyak cerita atau pengalaman dengan Om Bas. Salah satunya, kami bareng ke Palu membawa bantuan korban gempa dan zunami.

Perjalanan beberapa hari membuat kami menjadi dekat seperti saudara. Kami saling bersilaturrahmi.

Bahkan velbed Om Bas masih ada di rumah kami di Makassar. Dipinjam adik saya.

Tuhan, mereka orang – orang baik. Bahkan disaat akhir hidupnya, kami melihat kesungguhannya dalam ketaatan kepada Allah.

Loading...

Komentar

News Feed